AMBON,Nusantaraharian.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus penyerangan dan pembacokan terhadap Rafli Bufakar yang terjadi di wilayah Kecamatan Huamual.
Sekretaris MUI Kabupaten Seram Bagian Barat, Syuaib Pattimura, menegaskan bahwa peristiwa kekerasan yang menimpa Rafli Bufakar tidak boleh dipandang sebagai kasus kriminal biasa. Menurutnya, terdapat indikasi adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya menciptakan keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat melalui peristiwa tersebut.
“Ada dugaan bahwa peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal spontan. Kami melihat kemungkinan adanya pihak tertentu yang merancang skenario untuk menciptakan kekacauan dan konflik di tengah masyarakat dengan memanfaatkan momentum Idul Adha,” kata Syuaib Pattimura saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 3 Juni 2026.
Pattimura mengatakan, aksi penyerangan terhadap Rafli Bufakar berpotensi memicu ketegangan sosial apabila tidak ditangani secara cepat, profesional, dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Menurut dia, masyarakat saat ini membutuhkan kepastian hukum agar tidak muncul berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh suasana kehidupan sosial di Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Peristiwa ini jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi saling curiga di antara kelompok masyarakat. Karena itu, aparat harus bergerak cepat mengungkap siapa aktor di balik peristiwa ini dan apa motif sebenarnya,” ujarnya.
Ia menilai langkah paling penting saat ini adalah memastikan seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan dan pembacokan tersebut segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Siapapun yang terlibat harus ditangkap. Tidak boleh ada yang dilindungi. Tidak boleh ada tebang pilih. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Desakan MUI SBB muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penanganan kasus pembacokan Rafli Bufakar. Hingga hari kelima pascaoperasi besar yang dijalani korban di Rumah Sakit Bakti Rahayu Ambon, masyarakat masih mempertanyakan perkembangan proses hukum dan keberadaan seluruh pelaku yang diduga terlibat.
Rafli Bufakar diketahui mengalami luka serius akibat penyerangan tersebut dan harus menjalani operasi besar. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pattimura mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan langkah konkret berupa pengungkapan kasus secara tuntas.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi. Tetapi di sisi lain, aparat penegak hukum harus menunjukkan keseriusannya dengan segera menangkap seluruh pelaku dan mengungkap kasus ini secara terang benderang,” ujarnya.
Menurut Pattimura, keberhasilan aparat mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh akan menjadi langkah penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Seram Bagian Barat, sekaligus mencegah berkembangnya isu-isu yang dapat mengganggu persatuan dan keharmonisan sosial.
“Keadilan bagi korban harus ditegakkan. Penegakan hukum yang cepat, adil, dan transparan merupakan kunci menjaga kepercayaan masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di Seram Bagian Barat,” kata Pattimura.(NH02)












