Miris! Puluhan Kendaraan Dinas di Halaman Bupati SBB Dibobol, Alat dan Bagian Utamanya Dicuri

  • Bagikan

Piru, Maluku,Nusantaraharian.com – di halaman Kantor Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Puluhan kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, yang sebelumnya ditarik oleh Bagian Aset untuk diproses lelang, kini tergeletak terlantar dan banyak yang telah dibobol orang tidak bertanggung jawab. Mesin, ban, aki, dan alat-alat penting lainnya telah dicuri, membuat kondisi kendaraan yang sudah rusak menjadi lebih parah.

Kejadian ini terungkap saat tim dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPknl) mulai melakukan penilaian terhadap total 42 unit kendaraan dinas yang akan dijadikan barang lelang. Sebelumnya, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) SBB, Jemmy Musila, telah mengkonfirmasi kepada media pada Selasa (16/12/2025) bahwa kendaraan tersebut adalah yang rusak berat atau tidak dapat digunakan lagi, dengan tujuan lelang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi beban neraca daerah.

Namun, kenyataan di lapangan ternyata lebih menyedihkan. Banyak kendaraan yang diparkir di halaman kantor terlihat dalam keadaan hancur parah, bukan hanya karena rusak alami, tetapi juga karena telah menjadi sasaran pencurian. Beberapa mobil terlihat mesinnya sudah hilang, ban yang masih layak dipakai dicopot, sementara kaca spion, jok, dan aki juga diambil orang tanpa izin.

“Sangat menyedihkan melihat kondisi ini. Kendaraan yang seharusnya diproses lelang untuk manfaat daerah, malah diambil keuntungan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ini bukan hanya kerugian material, tapi juga mencerminkan kurangnya pengawasan terhadap aset negara,” ujar salah satu pegawai kantor Bupati yang tidak mau dikenali.

Kendaraan yang terlantar tersebut tidak hanya berasal dari Kantor Bupati, tetapi juga dari beberapa dinas lain seperti Dinas Perhubungan, yang kemudian ditarik ke lokasi sentral untuk diproses. Sebelumnya, pihaknya berencana untuk menilai semua 42 unit tersebut dan segera melaksanakan lelang, namun kondisi yang kini terlihat membuat proses tersebut mungkin akan tertunda atau nilai jualnya menjadi lebih rendah.

“Pemda harus berusaha untuk mengelola aset yang tidak berfungsi agar bermanfaat, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Sangat miris melihat hasil kerja keras yang dimasukkan ke dalam pembelian kendaraan ini, kini hanya tinggal reruntuhan yang dibobol,” tutup pegawai tersebut yang kebetulan melewati lokasi.(NH01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *