Kairatu Barat, Maluku,Nusantaraharian.com – Para petani di Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, kini dilanda kekhawatiran akibat proyek pembuatan saluran oleh Balai Sungai.
Proyek yang bertujuan meningkatkan irigasi dan pengelolaan air ini justru berpotensi membawa dampak buruk bagi lahan pertanian mereka.
Menurut Samijan, seorang petani Desa Waihatu, proyek yang dimulai sejak 2016-2017 ini tidak memberikan solusi nyata.
“Saluran ini dari dulu adalah saluran pembuangan yang tidak berfungsi baik karena terlalu rendah. Sekarang, tanpa kajian jelas, saluran ini mau difungsikan lagi. Kami tidak tahu arahnya ke mana,” ujarnya pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Masalah utama yang dihadapi petani adalah banjir yang semakin parah akibat saluran yang tidak berfungsi dengan baik. Saluran ini juga menutup akses jalan menuju lahan pertanian mereka.
“Kami sering kebanjiran. Saluran ini malah menutup akses kami untuk jalan ke lahan,” keluhnya.
Pengerjaan proyek yang baru berjalan kurang dari sebulan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan petani. Mereka berharap ada dialog terbuka antara petani dan pihak Balai Sungai untuk mencari solusi yang paling sesuai.
“Kami maunya ada dialog dulu, supaya dapat solusi yang tepat. Jangan sampai dibangun saluran dengan dana yang besar, tapi malah merugikan kami,” tegas Samijan.
Para petani khawatir saluran yang dibangun justru akan mengakibatkan banjir yang lebih parah dan mengancam gagal panen.
Mereka meminta agar pihak Balai bersedia berdialog untuk mencari solusi yang tidak merugikan petani. “Kami sangat berharap pihak Balai mau mendengarkan keluhan kami.
Lahan ini adalah sumber penghidupan kami. Jangan sampai proyek ini malah menghancurkan harapan kami,” pungkas Samijan dengan nada penuh harap.(NH01)












