Piru,Nusantaraharian.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi V Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saadiah Uluputty, ST, melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi rumah tidak layak huni yang telah diusulkan kembali mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Jumat (06/03/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Saadiah mengamati rumah yang tergolong tidak layak huni sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), antara lain struktur bangunan yang rapuh, atap bocor, dinding terbuat dari bahan sementara, serta kurangnya fasilitas sanitasi dan akses air minum layak.
“Kondisi rumah yang saya lihat saat ini memang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Program BSPS sangat penting untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas hunian mereka, sehingga saya akan mendorong proses verifikasi dan penyaluran bantuan agar segera terealisasi,” ujar Saadiah.
Sebagai informasi, program BSPS ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan tujuan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Penerima bantuan berhak mendapatkan dana sebesar Rp20 juta, yang digunakan untuk renovasi atau pembangunan rumah baru, dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tukang.
Adapun syarat untuk mendapatkan bantuan antara lain menjadi WNI dan sudah berkeluarga, memiliki tanah dengan bukti kepemilikan sah, tinggal di rumah satu-satunya yang tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan serupa dalam 10 tahun terakhir, memiliki penghasilan maksimum sesuai upah minimum daerah, serta bersedia berpartisipasi dalam kerja bakti dan pembentukan kelompok swadaya.
Bantuan sebesar Rp20 juta tersebut akan dicairkan secara bertahap. Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk bahan bangunan berkualitas tinggi agar rumah yang dibangun atau direnovasi memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Saadiah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program ini. “Kita perlu memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.(NH01)












