Pemalangan Jalan di Nuruwe Diduga Terkait Izin Wisuda Tersangka Pembunuhan, Warga Resah dan Minta Tindakan Tegas Polisi

  • Bagikan

Kairatu Barat,Maluku,Nusantaraharian.com – Aksi pemalangan jalan yang terjadi di Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sejak Selasa, 11 November 2025, pukul 20.00 WIT, hingga kini masih berlanjut.

Pemalangan ini menyebabkan keresahan dan kerugian bagi warga yang melintas. Dino Kaimudin, seorang warga SBB yang hendak menuju Piru dari arah Waipirit, mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya tidak bisa lewat karena jalan dipalang. Ini sangat meresahkan, banyak orang yang dirugikan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp.

Dino sangat menyesalkan aksi pemalangan jalan yang dianggap sudah keterlaluan. Ia meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap para pelaku agar memberikan efek jera.

“Jika tidak ditindak tegas, pemalangan jalan ini bisa menjadi budaya buruk yang merugikan semua orang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dino menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan sosialisasi mengenai dampak hukum terhadap pelaku pemalangan jalan umum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Padahal sudah ada sosialisasi, tapi masih saja terjadi,” keluhnya.

Aksi pemalangan jalan ini diduga terkait dengan izin yang diberikan kepada salah satu tersangka kasus pembunuhan warga Desa Nuruwe bernama Fresly Patrouw untuk mengikuti wisuda di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, pada hari ini.

Izin tersebut diberikan atas permohonan keluarga melalui kuasa hukum. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa tersangka tersebut diizinkan mengikuti wisuda dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, dan setelah acara selesai, langsung kembali ditahan.

Warga berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan situasi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.(NH01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *