Piru,Maluku,Nusantaraharian.com – Penanganan sementara terhadap jalan yang mengalami longsoran di kawasan Taniwel telah selesai diselesaikan oleh Balai Jalan dan Jembatan Provinsi Maluku hanya dalam waktu 24 jam. Pengerjaan cepat ini dilakukan untuk memulihkan akses lalu lintas pada ruas Jalan Piru-Lokki.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Asrul Sanip Kaisuku, telah meminta pihak Balai Jalan dan Jembatan untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama menjelang mudik libur Lebaran Idul Fitri 1447 H. Asrul Sanip Kaisuku juga telah melakukan koordinasi dengan Saadiah Uluputty, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota Komisi V, untuk mendorong percepatan penanganan kerusakan jalan.
Informasi penyelesaian penanganan sementara disampaikan oleh Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Maluku, Abdul Hamid Payapo, kepada awak media saat ini saat mendampingi Saadiah Uluputty Anggota DPR RI Komisi V yang melakukan kunjungan pengawasan langsung ke lokasi longsoran pada hari Jumat (06/03/2026).
“Kami mengutamakan kelancaran akses bagi masyarakat dan pengguna jalan. Dengan koordinasi yang baik antara tim teknis dan pihak terkait, termasuk dukungan dari Bapak Asrul Sanip Kaisuku dan Ibu Saadiah Uluputty, penanganan sementara dapat diselesaikan dalam waktu singkat,” ujar Abdul Hamid Payapo.
Kunjungan pengawasan yang dilakukan Saadiah Uluputty bertujuan untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Maluku serta memastikan bahwa penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara tepat waktu dan sesuai standar yang berlaku. Selama kunjungan, dia juga mendengar aspirasi masyarakat lokal terkait kebutuhan pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
“Kondisi jalan yang baik merupakan salah satu kunci bagi kemajuan ekonomi daerah. Kami akan terus mengawasi dan mendorong pihak terkait agar melakukan pemeliharaan serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Provinsi Maluku, terutama untuk menunjang kelancaran mudik masyarakat menjelang Idul Fitri mendatang,” ungkap Saadiah Uluputty.
Rincian pengerjaan penanganan sementara meliputi pembersihan material longsoran yang menutupi permukaan jalan, pemadatan tanah di sekitar area rawan longsoran, sementara untuk mengarahkan aliran air dan mencegah terjadinya longsoran kembali dalam waktu dekat.
Untuk rencana penanganan permanen, Balai Jalan dan Jembatan Provinsi Maluku menyusun konsep pemasangan benteng tanah atau terowongan drainase yang lebih besar, serta perluasan bagian jalan yang rawan longsoran. Perencanaan ini juga memperhitungkan faktor kondisi geografis dan curah hujan di kawasan Taniwel, dengan target pelaksanaan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026 agar selesai sebelum masa mudik Lebaran.(NH01)












