Piru,Maluku,Nusantaraharian.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) menggelar pertemuan bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat Desa Iha serta Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIT di Ruang Kerja Kapolres SBB.
Pertemuan ini fokus membahas penyelesaian permasalahan penganiayaan dan pembakaran kendaraan bermotor yang terjadi di area tambang ilegal Gunung Tembaga pada 7 Februari 2026.

Acara yang dipimpin Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. merupakan upaya bersama untuk mencari solusi terbaik dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.
Perwakilan tokoh masyarakat Desa Iha, Arif Samal, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan membantu pemerintah desa dan kedua kampung menyelesaikan permasalahan secara baik. Ia juga mengajukan harapan akan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk kemungkinan bantuan anggaran untuk masyarakat terdampak.
“Kita berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan korban mendapatkan bantuan yang sesuai,” ujar Arif Samal.
Tokoh masyarakat Desa Iha lainnya, Muhamad Kaisupy, menambahkan bahwa penyelesaian kasus kebakaran kendaraan akan menjadi kunci untuk mengembalikan kondisi keamanan. “Jika persoalan ini dapat dibantu, kami yakin situasi akan kembali aman dan terkendali,” katanya.
Dalam arahannya, AKBP Andi Zulkifli menekankan peran penting tokoh masyarakat dalam memberikan imbauan kepada warga. “Setiap permasalahan pribadi atau yang melibatkan oknum tidak boleh berkembang menjadi konflik antar kampung. Saya meminta dukungan semua pihak, terutama tokoh berpengaruh, untuk menjaga kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Luhu Abdul Ghani Kaliki, S.Pd., menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Bupati dan Wakil Bupati, telah ada sejumlah langkah yang dapat diupayakan. “Kita harap seluruh pihak bisa bersama-sama menangani persoalan ini. Jika kendala teratasi, situasi kamtibmas akan berangsur reda,” ujarnya.
Perwakilan tokoh masyarakat Desa Iha mengusulkan pembangunan pos pengamanan di perbatasan kedua desa untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas. Camat Huamual Rajab. Waleulu, S.Pd., menambahkan bahwa pihaknya berharap peningkatan kesiapsiagaan aparat, termasuk dukungan sarana prasarana bagi Polsek Huamual.
“Dengan adanya masalah ini, kita perlu meningkatkan kesiapan aparat agar bisa menangani situasi dengan lebih baik,” ujar Camat Waleulu.
Dari pembahasan, seluruh pihak menyepakati tiga hal utama:
1. Kedua desa berkomitmen menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing dan lokasi pertambangan.
2. Akan ditempatkan pos pengamanan di perbatasan Desa Iha dan Desa Luhu.
3. Kapolres SBB akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB terkait kemungkinan alokasi anggaran penggantian kendaraan bermotor yang terbakar.
Polres SBB mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam menjaga stabilitas keamanan. Hadir dalam pertemuan antara lain Kapolsek Huamual Ipda Salim Balami, Raja Luhu Abdul Ghani Kaliki, S.Pd., perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat dari kedua desa, serta unsur terkait lainnya.
“Kerja sama yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kecamatan Huamual,” pungkas Kapolres SBB.(NH01)












