Kairatu, Maluku,Nusantaraharian.com– Anggota MPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, ST, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan fokus tajam pada pengelolaan potensi perikanan dan sumber daya alam (SDA) sebagai pijakan utama kesejahteraan masyarakat.
Acara yang diadakan di Aula Caffe Agropolis, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Senin 8 Desember 2025 itu tidak hanya sebatas penyampaian nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mengangkat masalah krusial terkait ketidakadilan dalam pemanfaatan kekayaan alam lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut kader PKS SBB, tokoh masyarakat, pelaku usaha perikanan, pemuda, dan perwakilan masyarakat pesisir yang langsung mengadu aspirasi terkait kendala yang dihadapi sehari-hari.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar slogan yang hanya dibacakan di acara resmi. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan konkret dalam mengelola kekayaan alam kita. Maluku memiliki anugerah perikanan dan SDA yang luar biasa, tetapi keadilan sosial hanya akan terwujud jika manfaatnya benar-benar sampai ke tangan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pihak,” tegas Saadiah dalam paparannya yang penuh semangat.
Ia menyoroti bahwa Kabupaten SBB, meskipun memiliki potensi perikanan laut dan pesisir yang sangat besar, masih terjebak dalam masalah infrastruktur yang minim, akses pasar yang terbatas, dan kurangnya perlindungan bagi nelayan kecil. “Sektor perikanan harus berpihak pada masyarakat lokal. Kita tidak bisa menyaksikan kekayaan alam daerah ini hanya menjadi objek eksploitasi bagi pihak luar tanpa memberikan manfaat nyata bagi yang tinggal di sini,” jelasnya.
Saadiah juga mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan konsep pengelolaan SDA yang berkelanjutan. Menurutnya, prinsip persatuan dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila menuntut adanya kebijakan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan ekonomi rakyat.
“Kita tidak bisa membicarakan kesejahteraan jika laut kita terus rusak akibat eksploitasi yang tidak terkendali, sementara masyarakat pesisir terpinggirkan dan hidup dalam kemiskinan. Demokrasi yang benar-benar berlandaskan Pancasila harus mampu menghasilkan kebijakan yang tegas: melindungi alam dan menguatkan ekonomi rakyat kecil,” ucapnya dengan nada yang tegas.
Diskusi yang berlangsung sangat interaktif dan penuh dengan kontribusi dari peserta. Berbagai aspirasi dilontarkan, mulai dari kebutuhan akan sarana tangkap yang layak, fasilitas pengolahan hasil laut yang memadai, hingga perlunya pendampingan teknis dan keuangan bagi nelayan serta pelaku UMKM perikanan.
Saadiah menyambut baik setiap masukan yang disampaikan dan memberikan janji tegas: “Saya akan membawa semua aspirasi masyarakat Seram Bagian Barat ini ke tingkat nasional. Kita tidak akan tinggal diam melihat potensi daerah kita dimanfaatkan secara tidak adil.”
Melalui kegiatan ini, Saadiah berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran bersama bahwa kekayaan alam bukan hanya modal ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas kebangsaan yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh rakyat secara adil dan berkelanjutan.
“Kebangsaan yang kuat tidak dibangun hanya dengan kata-kata. Ia dibangun dengan kemampuan untuk menjaga kelestarian alam dan memuliakan hidup rakyatnya. Itulah tujuan kita bersama,” pungkas Saadiah pada akhir acara.(NH01)












