HUAMUAL, MALUKU,NUSANTARAHARIAN.COM – Ribuan mata pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di enam dusun Desa Lokki mulai merapatkan barisan.
Mereka merencanakan konsolidasi masif sebagai bentuk penolakan keras terhadap rencana masuknya gerai ritel besar Alfamidi maupun Indomaret di wilayah tersebut, khususnya di Dusun Olas. Aksi ini bukan hanya perlawanan simbolis, melainkan langkah terakhir yang dianggap krusial mengingat ancaman dampak yang bisa “mematikan” bagi kelangsungan usaha mereka.
Dampak yang ditakutkan bukan hanya sekadar penurunan omset, melainkan kemungkinan total gulung tikar bagi sebagian besar UMKM lokal. Usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa – mulai dari warung kelontong, toko bahan makanan, hingga penjual makanan ringan – diprediksi akan kehilangan seluruh pangsa pasar jika gerai ritel besar berhasil masuk dan beroperasi.
Banyak di antara mereka yang hanya bergantung pada keuntungan tipis setiap hari untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarga, sehingga hilangnya sumber penghasilan bisa berujung pada kesulitan ekonomi yang mendalam bahkan menyebabkan terpuruknya perekonomian lokal secara menyeluruh.
Perlawanan terhadap gerai ritel besar bukan hal baru di Desa Lokki. Sebelumnya, upaya pembangunan Alfamidi atau Indomaret di Dusun Katapang juga harus menghadapi penolakan tegas dari masyarakat dan pelaku UMKM setempat. Setelah itu, rencana pembangunan dipindahkan ke Dusun Tanah Goyang, namun kembali mendapatkan penolakan yang sama kuatnya dari warga dan pelaku usaha di wilayah tersebut. Kini, informasi yang beredar menyatakan bahwa kedua jaringan ritel tersebut akan memasang target baru di Dusun Olas.
“Sekarang giliran Dusun Olas yang menjadi target. Kami tidak bisa tinggal diam melihat usaha yang telah kami bangun dengan susah payah ini terancam musnah. Oleh karena itu, seluruh pelaku UMKM dari Dusun Katapang hingga Dusun Laala akan bersatu dalam konsolidasi ini untuk melakukan aksi penolakan,” ujar Suhardi Salatau, seorang pelaku UMKM di Dusun Olas, saat memberikan keterangan kepada media pada Jumat (16/1/2026).
Konsolidasi yang direncanakan akan melibatkan ratusan pelaku usaha dari seluruh enam dusun di Desa Lokki. Mereka berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah yang terkoordinasi guna menyampaikan suara penolakan kepada pihak terkait, baik pemerintah lokal maupun pengelola gerai ritel besar.
Tujuan utama dari aksi ini adalah memastikan bahwa keberadaan usaha lokal tetap terjaga dan perekonomian masyarakat desa bisa berkembang secara mandiri tanpa harus tergantung pada usaha besar yang dianggap tidak memperhatikan nasib pelaku usaha kecil.(NH01)












