Ambon, Maluku, Nusantaraharian.com – Akses transportasi melalui jalan lintas Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dilaporkan lumpuh selama empat hari terakhir.
Kondisi ini menyebabkan isolasi sebagian wilayah dan memicu kritik tajam dari warga setempat terhadap Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur Hendrik Lewerissa.
Salah seorang pemuda asli Leihitu, Sam Usman Hatuina, pertama kali mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahannya yang terbit beberapa jam yang lalu, Hatuina menulis: “Empat hari akses transportasi lumpuh. GUBERNUR MALUKU pernah tinjau, tapi seng BIKING BAE akang.” Unggahan tersebut kemudian disebarkan luas oleh warga setempat, di mana frasa “seng BIKING BAE” (bahasa lokal yang berarti “tidak melakukan apa-apa”) menjadi sorotan karena menyiratkan ketidakpuasan terhadap tindakan pemerintah.
Saat dikonfirmasi langsung oleh tim Nusantaraharian.com, Sam Usman Hatuina menambahkan bahwa masalah jalan lintas ini membuat kendaraan dari beberapa negeri di Leihitu tidak bisa beroperasi dengan normal.
“Hingga saat ini, mobil dari Negeri Seith, Negerilima, Ureng, dan Assilulu seng bisa lewat,” katanya.
Menurutnya, warga di wilayah tersebut kesulitan untuk bergerak ke daerah lain, baik untuk keperluan sehari-hari maupun urusan penting.
Lumpuhnya akses transportasi ini berdampak signifikan pada perekonomian lokal, mobilitas warga, serta distribusi barang dan jasa. Pedagang yang biasanya membawa hasil bumi dan barang dagangan ke pasar Ambon atau daerah tetangga harus menghentikan aktivitas, sementara warga yang membutuhkan perawatan medis juga kesulitan untuk mencapai rumah sakit.
Pernyataan Hatuina mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap respons pemerintah daerah dalam mengatasi masalah infrastruktur yang sudah sejak lama menjadi kekhawatiran. Warga mengaku bahwa Gubernur Lewerissa pernah melakukan kunjungan tinjauan ke daerah tersebut beberapa waktu lalu, namun tidak ada tindakan konkret yang diambil untuk memperbaiki kondisi jalan.(NH01)












