Piru,Nusantaraharian.com – Kasus dugaan korupsi dan pemerasan di Puskesmas Inamosol bergulir ke babak baru. Setelah Alexander Lessy mengakui memotong anggaran dinas senilai Rp576 Juta selama dua tahun, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Indra Maruapey, angkat bicara dengan nada keras menanggapi isu aliran dana Rp7 Juta yang disebut-sebut masuk ke instansinya.
Dalam rekaman suara yang viral, disebutkan adanya pembagian dana sebesar Rp30 Juta, dengan rincian: Kapus Rp10 Juta, Bendahara Rp8 Juta, Inspektorat Rp7 Juta, dan Kadis Rp5 Juta. Uniknya, meski menyebut angka tersebut dalam rekaman, Alexander membantah pernah menyerahkan uang secara nyata dan mengaku hanya “omongan semata”.
Menanggapi hal itu, Indra Maruapey justru menantang kebenaran pengakuan tersebut.
“Bagus kalau dia suda mengaku kalau ada kasih ke Inspektorat 7 Juta, supaya beta (saya) bisa tau dia kasih ke siapa uang 7 juta itu di pemeriksaan untuk dana BOK dan JKN tahun 2023 dan 2024. Sehingga beta bisa konfrontasi Kapus, Bendahara BOK dan JKN dengan tim pemeriksaan reguler nanti di akhir,” tegas Indra dengan tegas kepada media ini.
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam, mengingat Indra memastikan akan menelusuri hingga ke akar siapa oknum yang dimaksud, apakah benar ada penerima di lingkungan Inspektorat atau hanya rekayasa belaka.
Sebelumnya, dalam klarifikasi di Dinas Kesehatan Senin (02/04), Alexander mengakui memotong uang perjalanan dinas pegawai. Tahun 2024 dipotong Rp700 Ribu per orang per bulan, dan tahun 2025 dipotong Rp500 Ribu dari 40 pegawai selama 12 bulan. Total dana yang dikantongi mencapai Rp336 Juta (2024) dan Rp240 Juta (2025) atau total Rp576 Juta.
Menurut Rudi Marasaoly (Kasubag Kepegawaian), alasan Kapus cukup mencengangkan: “Dia bilang alasannya untuk ATK dan transportasi konsultasi ke Dinas.”
Selain itu, terkait dana Rp23 Juta yang diambil dari pemegang program, Alexander mengaku baru mengembalikannya setelah berita viral dengan alasan “uang itu cuma dititipkan”.
Sementara Dinas Kesehatan masih merampungkan berita acara, Inspektorat sudah bergerak cepat melakukan pemeriksaan khusus sejak pagi buta.
“Saat ini beta bersama tim sedang melakukan pemeriksaan khusus sejumlah pegawai di Puskesmas Inamosol sejak pukul 10.00 WIT. Pagi sebelum jam 09.00 WIT tim sudah lakukan pengujian bukti belanja di seputaran Desa Waimital dan Kairatu,” ungkap Indra.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh tanpa pandang bulu. “Penanggungjawab program, pendamping, perawat, ahli gizi maupun kesling semua diperiksa. Tidak ada perlakuan yang dibedakan, semua aspek akan digali sesuai standar,” tegasnya.
Karena kondisi keagamaan, jadwal disesuaikan. “Pemeriksaan bukti nanti lanjut malam dan besok khusus anggota tim yang muslim, karena tim yang beragam Kristen lagi ibadah besar,” tambahnya.
Indra menegaskan, catatan penting sudah di tangan. “Ada catatan penting yang sudah diperoleh, nanti beta analisis dan besok dikembangkan serta dilakukan pengujian lebih komprehensif untuk mengungkap kebenaran secara utuh,” pungkasnya.
Masyarakat kini menanti, apakah uang Rp7 Juta untuk Inspektorat benar ada penerimanya atau hanya bualan semata, mengingat Kepala Inspektorat sendiri telah siap mengusut tuntas nama baik institusinya.(NH01)












