Piru,Nusantaraharian.com – Konflik yang terjadi antara masyarakat RT 06 Dusun Tanah Goyang dan Dusun Ani, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat telah berhasil diselesaikan melalui sinergi kerja Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, dan Polri. Proses penyelesaian dilakukan dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Pertikaian yang berlangsung pada Senin (23/03/2026) di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Leverne Alvin Tuasuun, S.P., M.Si, dengan kehadiran Bupati Seram Bagian Barat Ir. Asri Arman, M.T., unsur TNI-Polri, DPRD, Kejaksaan, Kementerian Agama, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dari kedua dusun. Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. menghadiri dan memberikan arahan dalam acara tersebut.
Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H sekaligus memohon maaf lahir dan batin. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan upaya kedua untuk mendorong perdamaian yang telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih ada oknum yang melakukan provokasi dan menyebabkan keresahan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh, khususnya oleh minuman keras atau kelompok tertentu, serta untuk melaporkan setiap permasalahan kepada aparat keamanan,” ujarnya.
Kapolres menekankan bahwa proses penegakan hukum akan tetap berjalan dan masyarakat diminta tidak menghalangi penyelidikan. “Masih dalam proses lidik. Dihimbau juga kepada pelaku untuk menyerahkan diri karena masing-masing dusun sudah berdamai,” kata Kapolres Saat Di Konfirmasi media In Lewat PesanWhatsApp-nya pada Selasa 24 Maret 2026.
Ia menegaskan sikap tegas jika pelaku tidak memenuhi himbauan tersebut atau tidak Menyer diri Maka Akan Di Pastikak Polisi akan melakukan penangkapan ” Iya Suda Pasti, Jika Tidak Menyerahkan diri Pasti Di Tangkap untuk di Proses.”
Perwakilan dari kedua dusun menyampaikan keinginan untuk menyelesaikan konflik secara damai, menuntut penindakan tegas terhadap pelaku dan provokator, serta meminta perhatian terhadap korban termasuk bantuan biaya pengobatan. Tokoh agama dan pemerintah mengajak untuk menahan diri, menghindari provokasi, dan mengedepankan persaudaraan, sementara Pemda menekankan peran aktif aparat desa dan pengawasan terhadap peredaran minuman keras sebagai pemicu utama konflik.
Puncak kegiatan adalah pembacaan dan penandatanganan Surat Pernyataan Kesepakatan Damai. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri pertikaian, tidak mengulangi tindakan yang memicu konflik, menjaga keamanan, menyerahkan permasalahan kepada aparat penegak hukum, mengedepankan musyawarah, mendukung penegakan hukum terhadap pelaku dan penyebar hoaks, serta memberantas minuman keras. Upaya preventif akan dilakukan melalui patroli rutin dan pengawasan aktivitas pemuda.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga komitmen perdamaian ini. Jangan mudah terprovokasi dan percayakan setiap permasalahan kepada aparat penegak hukum agar tidak terjadi konflik serupa di kemudian hari,” tutup Kapolres. Pihak kepolisian juga akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan untuk memastikan situasi di Desa Lokki tetap aman dan kondusif.(NH01)












