Piru, Nusantaraharian.com – Kepala Puskesmas Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Alexander Lessil, kini berada di bawah sorotan karena dugaan penyalahgunaan anggaran hingga ratusan juta rupiah, termasuk praktik pemerasan terhadap pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas.
Sebuah keluhan dari pegawai inisial M mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung rutin sejak 2024 dan membuat banyak pihak tertekan serta terancam.
Setiap pegawai yang menjalankan tugas luar kota dipaksa menyerahkan uang antara Rp500.000 hingga Rp700.000 per perjalanan. Bukti tambahan muncul dari rekaman suara yang mengindikasikan sang kapus meminta dana dari bendahara untuk didistribusikan kepada pihak terkait.
“Sangat menyakitkan, dia bertindak seperti preman yang semena-mena memeras kami setiap tahun. Kami sudah tak tahan lagi,” ujar sumber dengan nada emosional.
Selain pemerasan, Alexander juga diduga mengancam para pegawai agar tidak membocorkan informasi terkait uang yang diambilnya, dengan menyatakan akan ada konsekuensi berat bagi siapa saja yang memberitahu pihak luar.
“Kami takut, tapi anggaran kesehatan rakyat tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” tambah sumber yang berharap Bupati, Polisi, dan Kejaksaan segera mengambil langkah tegas.
Dalam tanggapan langsung melalui WhatsApp pada Minggu (22/03/2026), Kepala Inspektorat Daerah SBB Indra Maruapey menegaskan akan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran kasus ini.
Aktivis Muda Saka Mese Nusa Ruzki Payapo menekankan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan, agar anggaran kesehatan kembali berperan sesuai tujuan serta keadilan dapat ditegakkan bagi korban. (NH01)












