Amalatu,Maluku, Nusantaraharian.com – Anggota DPR RI Komisi V, Saadiah Uluputty, ST, menghadiri kegiatan Serah Terima Pekerjaan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Tahap II Tahun Anggaran 2025 di Negeri Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya, serta upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak dan aman.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku yang diwakili oleh Syarifudin Tuasikal, ST.,MT (Kasatker PPK Sistem Penyediaan Air Minum), Kepala Desa Hualoy Arief Toubaka, Kepala Desa Latu Bahtiar Patty, perwakilan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga dari Negeri Hualoy dan Desa Latu.

Dalam sambutannya, Saadiah Uluputty menyampaikan bahwa hadirnya program SANIMAS di wilayah tersebut merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang ia terima saat melakukan kunjungan beberapa waktu sebelumnya.
“Alhamdulillah ini sudah terwujud. Ini merupakan hasil kunjungan saya beberapa waktu lalu ketika mendengar aspirasi yang disampaikan oleh Bapak Raja dan tokoh-tokoh masyarakat dari Hualoy dan juga Latu. Alhamdulillah pada tahun 2025 program dari APBN bisa dialokasikan ke Maluku, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat di Hualoy dan Latu,” ujarnya.
Program SANIMAS Tahap II di Provinsi Maluku tahun 2025 dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Desa Latu, Negeri Hualoy, dan Kelurahan Namaleo, dengan total anggaran sekitar Rp1,27 miliar. Program ini membangun 54 unit fasilitas sanitasi individu, di mana setiap lokasi menerima 18 unit penerima manfaat. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan bilik toilet, tangki septik, penangkap lemak, sumur resapan, serta pekerjaan rabat yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.
Saadiah juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar dirinya dapat terus memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan di Maluku. “Mohon doanya agar kita semua selalu diberikan kesehatan, sehingga saya bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat agar Maluku juga mendapat perhatian dan alokasi APBN,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari fasilitator masyarakat hingga para pekerja yang terlibat dalam proses pembangunan. Menurut Saadiah, program SANIMAS memiliki keunggulan karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pelaksanaannya.
“Program ini bukan hanya tentang pembangunan fasilitasnya saja, tetapi juga dilaksanakan bersama masyarakat setempat secara swadaya. Dengan begitu pengawasan dan kontrol terhadap pekerjaan juga dilakukan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Terakhir, Saadiah berharap fasilitas sanitasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
“Sanitasi yang aman dan layak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.(NH01)












