Piru,Maluku,Nusantaraharian.com — Sorotan sebagian warganet terhadap gaya berpakaian Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Ny. Yeni Rosbayani Asri, dinilai tidak seharusnya mengaburkan perhatian publik terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sedang dijalankan organisasi tersebut.
Belakangan ini, media sosial dan WhatsApp Grup diramaikan komentar yang menyoroti penampilan Yeni Rosbayani saat mendampingi kegiatan pemerintahan maupun aktivitas sosial di daerah, bahkan sebagian membandingkannya dengan tren sosialita yang sempat viral.
Namun, sejumlah kalangan menilai diskursus yang terlalu menyoroti aspek penampilan pribadi tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah. Fungsionaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten SBB, Orin Latue, menegaskan bahwa kritik terhadap pejabat publik wajar dalam ruang demokrasi, namun seharusnya diarahkan pada substansi kebijakan dan program kerja, bukan hal-hal personal.
“Perempuan yang aktif di ruang publik sering kali lebih dulu dinilai dari penampilannya, bukan dari kerja dan gagasannya. Padahal yang paling penting adalah dampak dari program yang dijalankan bagi masyarakat,” ujar Orin kepada media.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian publik sebaiknya difokuskan pada program pemberdayaan TP PKK SBB, terutama terkait kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi perempuan.
Menurut Orin, upaya mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta penanganan stunting merupakan agenda penting yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kalau kita melihat programnya, ada upaya serius untuk menggerakkan pemberdayaan perempuan, memperkuat ekonomi keluarga, dan menangani persoalan stunting. Hal-hal seperti ini justru perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama,” katanya.
Sejak menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten SBB, Yeni Rosbayani Asri memang telah mendorong sejumlah program berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Pada kunjungan perdananya ke Gedung TP PKK Kabupaten SBB di Kota Piru pada Februari lalu, ia meninjau fasilitas dan merumuskan arah program ke depan.
Fokus utama program tersebut antara lain penanganan stunting, peningkatan kualitas gizi anak, serta penguatan peran ibu rumah tangga dalam kegiatan ekonomi produktif melalui pemberdayaan pelaku UMKM.
“Program kita nantinya melawan stunting, memberdayakan ibu-ibu pelaku UMKM, serta menjalin kerja sama dengan mereka. Kita juga akan membuat kontak dengan Majelis Taklim dan Pelwata,” ujar Yeni saat itu.
Selain program kesehatan dan ekonomi keluarga, TP PKK SBB juga mendorong penguatan identitas budaya daerah, salah satunya melalui pengembangan batik khas Seram Bagian Barat.
“Selama ini Kabupaten SBB belum memiliki batik khas. Oleh karena itu, kita akan dorong agar SBB punya batik khasnya sendiri,” ungkap Yeni.
Pada 8 November 2025 lalu, Yeni juga mendampingi Bupati SBB Asri Arman dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Huamual. Bantuan tersebut mencakup program penanganan stunting, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, pengobatan gratis, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.
Dalam kesempatan itu, Yeni menegaskan komitmen PKK dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi kesejahteraan sosial di daerah.
Menurut Orin Latue, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Perempuan bukan hanya bagian dari simbol seremonial. Mereka punya gagasan, kerja nyata, dan kontribusi penting dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap ruang publik dapat lebih bijak dalam menilai peran perempuan di ruang kepemimpinan, dengan menyatakan,
“Kritik itu penting, tapi jangan sampai kita justru mereduksi perempuan hanya dari apa yang mereka kenakan, bukan dari apa yang mereka kerjakan.” (NH01)












