Huamual,Maluku,Nusantaraharian.com- Rencana ekspansi gerai ritel besar Alfamidi dan Indomaret ke wilayah Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya ditolak oleh masyarakat Dusun Tanah Goyang dan Dusun Katapang.
Kini, kedua gerai tersebut berencana memasuki Dusun Olas, namun menghadapi penolakan yang akan digelar secara besar-besaran oleh pelaku UMKM dari Dusun Katapang hingga Dusun Laala yang akan melakukan konsolidasi untuk menentang keberadaannya.
Anggota DPRD Kabupaten SBB sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten SBB, Abdusalam Hehanussa, menolak tegas rencana masuknya gerai besar tersebut ke wilayah desa dan dusun.
Ia menyampaikan bahwa jika gerai besar dipaksakan masuk ke wilayah kampung yang tergolong miskin dan terisolir, hal itu sama saja “pemerintah membunuh rakyatnya sendiri”. “Pelaku UMKM adalah tulang punggung perekonomian lokal di desa.
Mereka tidak akan mampu bersaing dengan modal besar dan kemampuan penetapan harga yang lebih fleksibel dari gerai ritel besar,” jelasnya.
Abdusalam menegaskan bahwa larangan ini sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Koperasi Merah Putih yang akan beroperasi dan bersinergi dengan para pelaku UMKM.
“Gerai besar tersebut hanya diperuntukkan untuk wilayah kota, bukan di kampung yang akan mematikan usaha kecil yang telah lama berjuang,” tambahnya.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyatakan bahwa ekspansi gerai ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart ke wilayah pedesaan telah menekan bahkan mematikan UMKM lokal.
Menurutnya, rantai bisnis tersebut membentuk sistem ekonomi yang tertutup, sehingga pelaku usaha kecil tidak memiliki ruang bersaing yang sehat. Sebagai solusi, pemerintah berencana memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi desa dan program Koperasi Merah Putih.
“Program ini bertujuan untuk memangkas rantai pasok kebutuhan pokok, menjadi penyalur bantuan pemerintah, serta memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi pelaku UMKM lokal,” ungkap Menteri Cak Imin.(NH01)












