Piru,Maluku,Nusantaraharian.com – Tokoh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Naslim Nur Ali, menyampaikan keprihatinannya terkait kualitas pemberitaan Media Info Maluku yang dinilai semakin menurun dan cenderung provokatif.
Dalam pernyataan resminya, Naslim Nur Ali menyoroti beberapa isu krusial yang dapat memecah belah kerukunan antar masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa.
Nur Ali menyoroti penggunaan nama “LA” yang ditambahkan pada nama Bupati SBB, Asri Arman, sebagai tindakan yang sangat disesalkan.
Menurutnya, penambahan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan justru menimbulkan spekulasi negatif di kalangan masyarakat. “Penambahan ‘LA’ pada nama Bapak Bupati Asri Arman adalah tindakan yang sangat provokatif.
Ini bisa memicu konflik horizontal antara masyarakat adat dan masyarakat SBB dari suku Buton. Kami sangat menyayangkan hal ini,” tegas Nur Ali.
“Media seharusnya menjadi jembatan pemersatu, bukan malah menjadi alat untuk mengadu domba.”
Selain itu, Nasim Nur Ali juga menyoroti dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan oleh Media Info Maluku. Dalam beberapa pemberitaan, media tersebut dinilai tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak-pihak tertentu.
“Kami melihat ada ketidakseimbangan dalam pemberitaan Media Info Maluku. Objek pemberitaan seringkali dikriminalisasi, sementara subjek atau sumber berita disembunyikan. Ini jelas melanggar prinsip-prinsip dasar jurnalistik,” ujarnya.
Sebagai tokoh masyarakat SBB, Nur Ali berharap agar Media Info Maluku dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Ia meminta agar media tersebut lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dan menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku.
“Kami berharap Media Info Maluku dapat menjadi media yang kredibel dan terpercaya. Jangan sampai media ini justru menjadi sumber konflik dan perpecahan di masyarakat,” pungkasnya.
Pernyataan Naslim Nur Ali ini merupakan representasi dari keresahan sebagian besar masyarakat SBB terhadap kualitas pemberitaan Media Info Maluku.
Diharapkan, hal ini dapat menjadi perhatian serius bagi pihak redaksi Media Info Maluku untuk melakukan evaluasi dan perbaikan demi terciptanya jurnalisme yang lebih baik dan bertanggung jawab.(NH01)












