Huamual,Maluku, Nusantaraharian.com – Masyarakat Desa Lokki, Seram Bagian Barat (SBB), masih terus menanti kejelasan dan keadilan terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2017-2020.
Kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp1,3 miliar ini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB sejak 11 Juni 2025.
Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan. Penantian yang panjang ini menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan di kalangan warga, yang sangat berharap agar dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan desa, tidak diselewengkan.
Kepala Kejaksaan Negeri SBB, Anto Widi Nugroho, S.H., saat dikonfirmasi oleh media, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara.
“Tinggal menunggu audit kerugian negara,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Doain aja semoga segera selesai auditnya biar segera di tindak lanjuti.”
Pernyataan Kajari SBB ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Lokki. Mereka berharap agar proses audit dapat segera diselesaikan, sehingga kasus ini dapat segera ditindaklanjuti dan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini menjadi sorotan utama di SBB, mengingat pentingnya dana desa bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dugaan korupsi ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan penegak hukum.
Masyarakat Lokki berharap agar kejaksaan dapat segera menuntaskan kasus ini dengan seadil-adilnya, sehingga dana desa dapat kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan desa. Penantian ini adalah ujian bagi integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di SBB.(NH01)












